Daftar Lemlit Perguruan Tinggi -Menolak Lupa pada si Pelupa-



Alamat Lemlit Perguruan Tinggi
DI JAWA TENGAH

NO.
PTN/PTS
KETUA LEMLIT
ALAMAT
TELEPON/FAXIMILE
1.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP) SEMARANG
Prof. Dr. Ocky KarnaRadjasa, M.Sc

Gedung Widya Puraya Lt. II, Tembalang, Semarang (50275)
Tlp. 7460038, 7460039 Fax.  7460039
2.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Prof Dr Totok Sumaryanto Florentinus
Kampus Sekaran Gedung H. Lt. 4, Gunung Pati, Semarang (50229)
Telp. 7499384 Fax. 7499384
3.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNIVERSITAS SEMARANG (USM)
Indarto, SE, MSi 
Jl. Soekarno-Hatta Tlogosari, Semarang (50196)
Tlp. 6702757 Fax. 6702272
4.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS KATOLIK  (UNIKA) SOEGIJAPRANATA
Dr. M. Sih Setija Utami, M.Kes

Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Dhuwur, Semarang (50234)
Tlp. 8441555, 8316142 ext: 134, 158 Fax.  8415429, 8445265
5.


Lembaga Penelitian UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945  (UNTAG)
Ir. Stefanus Muryanto, M.Eng.Sc, PhD
Jl. Pawiyatan Luhur Bendan Dhuwur, Semarang (50233)
Tlp. 8441771 Fax.  8441772, 3552476
6.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)   UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO (UDINUS)
Tyas Catur Pambudi, SSi, MKom
Jl. Nakula I No. 5 -11, Semarang
Tlp. 3517261, 3520165 Fax.  3569684 
7.

Lembaga Penelitian dan Pengembangan   UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG  (UNISSULA)
Ir. Suryani Alifah, MT, Ph.D

Jl. Raya Kaligawe Km. 4 PO BOX 1054, Semarang (50012)
Tlp. 6583584 psw. 572 Fax.  6582455

8.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UNIVERSITAS WAHID HASYIM (UNWAHAS)
Tolkhatul Khoir,S.Ag.,M.Ag.
Jl. Menoreh Tengah X/22 A, Semarang
Tlp. 8505680, 8505681 Fax.  8316010

9.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian. Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS STIKUBANK (UNISBANK) SEMARANG
Dr. Dra. Lie Liana, M.MSI
Jl. Tri Lomba Juang No. 1 (Mugas), Semarang
Tlp. 8311668 Fax.  8443240
10.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG (UNIMUS)
Dra. Sri Darmawati, M.Si
Jl. Singosari Raya No. 33, Semarang
Tlp. 8452659 Fax.  8452660
11.

UNIVERSITAS PANDANARAN
Ir. SARLONO  SB.
Jl. Kelud Raya No. 2, Semarang
Tlp. 8413061
12.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat (Lemlit) UNIVERSITAS DARUL ULUM ISLAMIC CENTRE SUDIRMAN GUPPI (UNDARIS)
Ir. Suhartopo, MT
081.2293.3284

Jl. Tentara Pelajar 13, Ungaran
Tlp. 6923180 Fax.  6923180

13.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IKIP PGRI SEMARANG
Ir. Suwarno Widodo MSi
Jl. Lontar No. 1 (Sidodadi Timur), Semarang
Tlp. 8316377, 3545858 Fax.  8448217 
14.


IKIP VETERAN SEMARANG


Drs. ANTON  LAMI  SUHADI, MSi
081.6424.6745/R:  8413510 
Jl. Pawiyatan Luhur IV/17, Bendan Dhuwur, Semarang

Tlp. 8316105 Fax. 8316105
15.
Lembaga Penelitian INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)   WALISONGO
Khoirul Anwar, MAg
Jl. Walisongo No. 3- 5, Semarang (50185)
Tlp. 7615923 Fax.  7615923
16.

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Dr. Ir. LASMONO TRI SUNARYANTO, MSc
Jl. Diponegoro 52 - 60, Salatiga.
Tlp. (0298) 321212 Fax.  (0298) 321433
17.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)
Prof. Dr. Ir.  Darsono, MSi
Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan, Surakarta (57126)
Tlp. (0271) 632916 Fax.  (0271) 632916
18.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN (UTP) SURAKARTA
 Ir. Suswadi, MSi

Jl. Balekambang Lor No. 1, Surakarta (57135)
Tlp. (0271) 726278, 739048 Fax.  (0271) 726278
19.
Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIVERSITAS ISLAM BATIK (UNIBA) SURAKARTA
Drs. Djumali, MM
Jl. Agus Salim No. 10, Surakarta ( 57147)
Tlp. (0271) 714751 Fax.  (0271) 740160
20.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), UNIVERSITAS SLAMET RIYADI (UNISRI) SURAKARTA
Ir. Riyo Samekto, MP
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Joglo, Kadipiro, Surakarta (57136)
Tlp. (0271) 853839, 851986 Fax.  (0271) 854670
21.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (LPPM), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (UMS)
Prof DR. Markhamah, M.Hum
Gedung I Kampus 1
Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos I, Surakarta (57102)
Tlp. (0271) 719483 Psw. 156, 158 Fax.  (0271) 715448
22.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS VETERAN (UNIVET) BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
Dr. Ir. Ali Mursyid WM, MP
Jl. Letjen Sudjono Jumardani 1 Kampus Jombor, Sukoharjo.
Tlp. (0271) 593156 Fax.  (0271) 591065
23.


UNIVERSITAS SURAKARTA (LP3M)
Drs. DJOKO SUTANTO, MSi.

Jl. Raya Palur Km. 5, Surakarta.
Tlp. (0271) 825117 Fax.  (0271) 825117 
24.


UNIVERSITAS KRISTEN SURAKARTA

Ir. SULASTORO RI, MSi
081.2261.8772
Jl. Robert Wolter Monginsidi No. 36-38, Margayudan, Surakarta
Tlp. (0271) 637145 Fax.  (0271) 637145
25.


UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA

Dra. KARTINAH WIRYOSOENDJOJO, SU
Jl. Letjen Sutoyo, Surakarta.

Tlp. (0271) 852518 Fax.  (0271) 853275
26.


UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA (LP3M)
Drs. H. SUYONO  M. MUSAFA
Jl. Dr. Wahidin No. 5/VI, Penumping
Tlp. (0271) 717954 Fax.  (0271) 717954 
27.

UNIVERSITAS TIDAR MAGELANG (UTM)
Ny. HARIYATI MT, SH 
Jl. Kapt. Suparman, Magelang
Tlp. (0293) 364113 Fax.  (0293) 362438
28.
Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG (UM MAGELANG)
Dr. Suliswiyadi

Jl. Tidar 21, Magelang
Tlp. (0293) 362082 Fax.  (0293) 361004 
29.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (UNSOED)
Prof. Ir. Totok Agung D.H., MP, Ph.D 
Kampus UNSOED Grendeng II, Purwokerto ( 53123)
Tlp. (0281) 625739 Fax.  (0281) 625739
30.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA (UNWIKU)
Ir. Soegeng Herijanto, MP
Jl. Beji Karangsalam, Purwokerto
Tlp. (0281) 635889. 634612 Fax.  (0281) 634611 
31.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Prof. Dr. H. Tukiran Tanireja, MM
Jl. Raya Dukuh Waluh, Purwokerto
Tlp. (0281) 636751, 630463 Fax.  (0281) 637239 
32.


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Drs. WIJAYA HERU SANTOSO, MPd
081.2270.0754 
Jl. KH. Dahlan 3, Purworejo

Tlp. (0275) 321494 Fax.  (0275) 321494 psw. 116
33.

UNIVERSITAS WIDYA DHARMA
Drs. IQWAN  RIYADI, MS
Jl. Ki Hajar Dewantara, Klaten
Tlp. (0272) 322363 Fax.  (0272) 322363 
34.
UNIVERSITAS SAINS AL QUR'AN 
M. SUN'AN, SE, MSi
081.327.034.511
Jl. Kalibeber Km. 3, Wonosobo
Tlp. (0286) 321873, 323737 Fax.  (0286) 321873
35.


Lembaga Penelitian, UNIVERSITAS MURIA KUDUS (UMK)
Drs. Taufik, MS, MM
Kampus Gondangmanis Bae PO BOX. 53, Kudus
Tlp. (0291) 438229 Fax.  (0291) 437198 
36.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU) JEPARA
Purwo Adi Wibowo, SE, MSc
Jl. Taman Siswa (Pekeng), Tahunan, Jepara
Tlp./Fax. (0291) 595320
37.


UNIVERSITAS SULTAN FATAH (UNISFAT) DEMAK
  
Drs. S. MARTONO, MSi
081.5654.2956
Jl. Sultan Fatah No. 83, Demak
Tlp. (0291) 681024

38.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS PEKALONGAN (UNIKAL)
Ubad Badrudin, SP, MP
Jl. Tentara Pelajar No. 49, Pekalongan
Tlp. (0285) 421096 Fax.  (0285) 411429 
39.
UNIVERSITAS PANCASAKTI
Drs. BASUKIYANTO, MPd 
Jl. Pancasila 2, Tegal
Tlp. (0283) 351082 Fax.  (0283) 351082

-Catatan Ramadhan 2014-



**Ramadhan tiba.. Ramadhan tiba.. Ramadhan tiba.. "Marhaban ya Ramadhan!!"**

Aku menikmati kembali Ramadhanku yang ke-22. Melihat kebelakang seluruh nikmat Alloh SWT yang diberikan secara cuma-cuma kepadaku. Sungguh, nikmat mana lagi yang harus aku dustakan? Alloh memberikannya secara gratis tanpa aku harus menabung untuk membeli. Tanpa aku harus tersungkur untuk memperjuangkannya. Alloh, hinakah aku yang selalu merasa kurang?

Ramadhan ini begitu istimewa bagiku. Statusku yang tak lagi sendiri menambah kekhusu’an hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang harus lebih matang dan bersikap dewasa. Merencanakan lebih matang apa yang akan dilakukan di masa depan tanpa menelantarkan keluarga. Bersikap lebih dewasa dalam menyikapi masalah kehidupan dan rumah tangga. Sungguh Alloh, nikmat mana lagi yang harus aku dustakan?

Ramadhan ini terasa begitu cepat setiap harinya. Tanpa terasa luruh satu satu hari dalam dua puluh empat jam,  seribu empat ratus empat puluh menit dan delapan puluh enam ribu empat ratus detik. Semua berjalan terlalu cepat. Mungkin karena pekerjaanku yang padat? Mungkin karena aku terlampau menikmatinya? Atau mungkin karena hafalan yang ku pupuk setiap hari tak jua bertambah banyak?

Seperti biasa, saat Ramadhan banyak sekali tayangan TV yang menampilkan beragam aktifitas manusia dengan pengalaman religinya. Entah dibalut dengan dunia akting bertajuk sinetron, kuis ramadhan, lelucon maupun pengajian di berbagai tempat dengan beragam pemateri. Saat-saat Ramadhan merupakan salah satu moment dimana aku bisa menikmati apa yang aku saksikan di TV. Saat dimana aku ingin berbenah diri dengan semakin cerdas memilih tayangan TV. Meski tetap saja aku tak bisa menyukai ragam acaranya juga. Dan lebih tertarik membaca berita lewat media sosial yang menurutku lebih berbobot dan pantas untuk di baca (bacalah berita-berita yang baik dan bermanfaat).

Berbeda dengan tahun ini. Ada satu acara TV yang sangat aku tunggu setiap harinya. Bahkan, jika aku terlambat menyaksikan, aku akan memilih menyaksikannya lewat TV streaming di kantorku. Hafidz Qur’an. Begitu salah satu strasiun TV member judul pada program acaranya.

Banyak hal yang bisa aku dapat dari acara ini. Tentu berkaitan dengan nilai religi. Terutama bagaimana kita mengkaji dan menghafal al-qur’an. Subhanalloh

Di sana aku melihat pejuang-pejuang kecil itu dengan hati berani berjihad lewat hafalan Qur’annya. Di sana aku menyaksikan para Bunda sebagai madrasah awal putra-putrinya. Di sana aku merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa memberkahi dan membimbing malaikat kecil beserta keluargannya. Sebuah cinta yang tak akan terbeli dengan apapun jua di jagad raya ini. Kasih orang tua yang selalu semangat mendampingi putra-putrinya melantunkan satu satu huruf yang terangkai dalam ayat Al-Qur’an nan indah. Sungguh! Hati ini tergetar mendengar mereka bersuara. Dengan lantang. Dengan keteguhan hati. Hati yang telah terikat dengan Al-Qur’an. Subhanalloh

Aku menangis. Aku malu! Sungguh betapa aku malu atas apa yang aku miliki. Atas apa yang sudah sepantasnya aku lakukan di jauh hari. Jangankan untuk menghafal, melafalkannya pun terkadang terlalu payah termakan lelah bekerja seharian. Alloh, maka ampunilah diri yang kotor ini. Sungguh aku bukan siapa-siapa tanpa berkah dan nikmat yang Engkau beri setiap harinya kepadaku. Hambamu yang terlalu hina ini Alloh. Ampuni hamba.

“Sesungguhnya, Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang paling mudah untuk di hafalkan,” ujar salah satu Syeh, juri dalam acara tersebut. Lagi-lagi aku menangis. Aku terlalu takabur dengan kemampuanku. Terlalu takabur dengan apa yang aku miliki. Bukankah Alloh akan dengan mudah mencabutnya dariku? Astaghfirulloh, bukannya Alloh yang maha Memiliki atas apa yang aku miliki? Lantas, bagaimana jika semua lenyap dari pandanganku, pendengaranku, perasaanku, dan semua yang aku miliki? Apa yang akan tersisa selain apa yang terekam dalam memoriku? Dan bagaimana rapuhnya memoriku jika Alloh juga mencabutnya dariku? Sungguh, sebaik-baik memori adalah memori tentang kebaikan. Sebaik baik memori adalah hafalan Al-Qur’an. Hafalan yang akan menjadi bekal di kemudian hari. Hafalan yang akan menjaga kita sehidup semati. Alloh, maka berkahilah para penghafal Al-Qur’an. Limpahkan rezeki dan rahmat seisi jagad raya ini. Karena hamba begitu iri dengan mereka Alloh, hamba begitu iri dengan pejuang kecil itu menghafal setiap hurufnya. Ampunilah dosa mereka Alloh. Ridhoilah jihadnya. Jihad agar mereka bisa kembali ke jalan Engkau dengan khusnul khotimah.

Ada sebuah cerita yang membuat saya tak berhenti menangis saat itu. Sepotong episode dimana ada seorang peserta hafidz qur’an yang memiliki ibu seorang mu’allaf. Betapa beruntungnya beliau memperoleh putra bak mutiara. Betapa beruntungnya sang ibu bisa belajar bersama sang putra mengeja satu persatu huruf hijaiyah bersama putra emasnya. Beliau berkata :”Saya mu’allaf, dan saya banyak belajar dari putra saya. Kami belajar bersama mempelajari IQRO hingga Al-Qur’an. Dan betapa bangganya saya. Sungguh. Memiliki putra hafidz Qur’an meski belum sempurna. Karena kesempurnaan itu milik Alloh SWT,” disambut tepuk tangan penonton di studio. Taukah? Hati ini tertusuk manakala mendengar penuturan tulus sang ibu. Ia yang terus menundukkan kepalanya. Tawadu’nya. Sopan santunnya. Dan bagaimana dengan aku? Aku yang terlahir islam namun semangatku tak lebih baik dari sang ibu itu. Sungguh aku malu! Sungguh aku merasa tertampar! Alloh, muliakanlah mereka para orang tua yang menjadi panutan putra-putrinya. Yang dapat memberikan contoh yang baik untuk putra putrinya. Ampuni mereka Alloh. Sediakanlah surga untuk membalas jasa mereka. Para orang tua yang sholeh dan sholehah.

Alloh, betapa irinya hamba untuk dapat menjadi ibu teladan putra-putri hamba kelak. Betapa inginnya hamba memiliki putra putri sholeh sholehah seperti apa yang hamba lihat. Mereka yang berusia 3-7 tahun namun sudah menjadi penghafal qur’an. Mereka yang tanpa lelah belajar mengkaji dan bersuara emas saat mengaji. Sungguh Alloh, hamba begitu iri. Maka tolong, hadirkan buah hati untuk hamba yang dapat menjadi cahaya dalam jagad raya ini. Dengan hafalan Al-Qur’annya. Dengan sikap santunnya. Dengan rasa tawadu’nya. Tolong jadikan hamba orang tua yang dapat menjadi madrasah utama yang baik untuk putra putri hamba nantinya. Amin

Untuk suami hamba yang terbaik, jadikan beliau pemimpin keluarga yang dapat menuntun hamba untuk selalu berbuat baik. Melatih hamba untuk senantiasa dekat dengan Engkau. Mudahkan beliau untuk mengkaji dan memperdalam Al-Qur’an. Mudahkanlah beliau untuk menjadi Qiro’ yang baik sehingga dapat menjadi imam yang khusu’ dalam setiap sujud hamba ya Alloh. Istiqomahkan hatinya untuk terus belajar. Lapangkan hatinya Alloh. Jagalah hafalannya. Semoga suami hamba yang terbaik akan menjadi sahabat hamba di hidup dan mati hamba. Bukan hanya di dunia saja. Amin

NB: Sayangku, Suamiku. Ayok kita sama-sama meraih kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sungguh kebahagiaan itu sangat dekat dengan nadi kita. Hanya saja, mungkin kita kurang bersyukur, mungkin saat kita akan meraihnya hati kita goyah untuk menuju ke sana dan lebih memilih berbelok ke arah lain. Sayang, entah engkau membaca atau tidak aku masih merindukanmu sepagi ini. Merindukan kita belajar mengaji setiap hari. Merindukan semangatmu membaca Al-Qur’an. Merindukan engkau mengajakku untuk mengaji. Sungguh sayang, aku selalu menantikan itu. Masa yang akan selalu indah dan terasa romantis di bandingkan dengan kata-kata apapun yang terangkai indah di dunia ini. Masa yang romantis karena Alloh berada di sekililing kita. Melihat kita. Tersenyum kepada kita. Lewat hati yang lapang Alloh memberi bahagia kepada kita. Suamiku, jangan lelah untuk mencoba. Karena aku selalu menunggumu di surau ini. Untuk mengaji.

Suamiku, ambillah hikmah dalam ramadhan yang berkah ini. Dimana kita belajar berbagi dan melengkapi. Menjadi keluarga yang utuh, meski belum sempurna utuh. Meski kita berjauhan, angkatlah tanganmu dalam setiap doa-doamu. Bulirkan sebuah doa “Wahai Alloh, Engkau yang menggenggam hati-hati yang berhati. Maka hamba tak pernah takut untuk berjuang demi keluarga hamba. Karena hamba yakin, Engkau sang maha Pemberi dan Pengasih. Engkau yang mengatur rezeki dalam setiap jiwa-jiwa manusia di muka bumi. Ya Robbi, maka mudahkanlah urusan hamba. Maka lancarkanlah rezeki hamba. Sungguh! Turunkanlah rezeki-rezeki yang masih tertahan diatas sana. Atas sikap hamba yang masih dekat dengan hina dan dosa. Tapi Alloh, hamba yakin Engkau sang Pengasih. Ampuni dosa hamba di masa lalu. Hamba berserah Alloh. Hamba hanya mampu berusaha dan menjalani apa yang ada dihadapan hamba. Menjalani dengan ikhlas dan niat untuk kebaikan atas nama Engkau ya Alloh. Maka tolong. Mudahkanlah. Lancarkanlah. Turunkanlah rezeki yang halalan toyyiban untuk hamba. Hamba ingin bersatu dengan keluarga kecil hamba. Membina keluarga sakinnah, mawaddah, warrahmah. Dan jauhkan segala luka, duka dan coba dalam mahligai rumah tangga hamba. Amin”. 

_Mrs. Dy

Penerapan Teknologi Pangan Lokal "Pembuatan Chif untuk Tepung Mocaf"

Kepala Balitbang (kiri) berjabat tangan dgn Bp. Nahrowi (Kades Podorejo)
Hari ini 12 Juni 2014, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Penerapan Teknologi Pangan Lokal Pembuatan Chif untuk Tepung Mocaf . Kegiatan yang diselenggarakan di balaidesa kelurahan Podorejo ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pembuatan chif untuk tepung mocaf. Chif adalah potongan ubi yang diiris kecil untuk kemudian dikeringkan. Hal ini untuk mempermudah penyimpanan dan pemakaian.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari SKPD kota semarang dan kelompok tani setempat. Mengawali acara, kepala desa podorejo Bapak Nahrowi memberikan sambutan selamat datang kepada peserta. Menurut Nahrowi, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di kelurahan podorejo. Ia menghimbau masyarakatnya untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. “Apa yang saudara dapatkan hari ini dan ilmu yang akan diberikan oleh para praktisi merupakan ilmu yang harus di serap untuk kemudian di terapkan. Saya harap semua memperhatikan dan mengikuti kegiatan hingga selesai,” ujar Nahrowi. Ia juga berterimakasih kepada penyelenggara atas kegiatan dan bantuan alat yang diberikan. “Semoga kami dapat memanfaatkan dengan baik apa yang telah Balitbang berikan,” tutupnya.

Agus Wariyanto, kepala Balitbang Prov. Jateng memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Beliau mengatakan pentingnya pengembangan klaster mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai produk olahan baru dari singkong. Hal tersebut tentunya harus di dukung sumber daya manusia yang mau ikut serta dalam menghidupkan klaster mocaf ini. “Saya berharap agar setiap warga di sini untuk dapat berpartisipasi dalam memanfaatkan singkong untuk meningkatkan pendapatan negara,” ujar Agus.

Acara dilanjutkan dengan paparan yang terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama oleh Ibu Sri Budi Wahyuningsih, dosen teknologi pertanian Universitas Semarang dengan tema pembuatan Chif dari tepung mocaf. Sesi kedua oleh Bapak Sugino, praktisi mocaf wonogiri. Beliau menyampaikan tentang proses pengolahan tepung mocaf dari singkong. Sesi terakhir disampaikan oleh Ibu Tri Barokah, ketua dammar sindoro sumbing Temanggung, dengan tema pengembangan koro pedang. Sesi paparan ditutup dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta.

Acara selanjutnya adalah praktek pengolahan Chif dari ubi ketela bahan dasar tepung mocaf. Acara dipandu oleh para narasumber. Ibu Budi dan bapak Sugino memandu peserta memproses Chif untuk mocaf mulai dari pengupasan ubi ketela hingga diproses menjadi Chif menggunakan alat perajang yang diberikan oleh Balitbang. Sedangkan Ibu Tri membimbing peserta dalam proses pembungkusan hingga pengepakan yang baik.

Acara diakhiri dengan serah terima alat yang diberikan langsung oleh kepala Balitbang Prov. Jateng, Bapak Agus Wariyanto.

_Drara Novia D.A # http://www.balitbangjateng.go.id/index.php/web/artikel/detail/99

Sebuah Inspirasi Pagi -afterreading-



Hari yang cerah. Berbeda setelah baca kisah ini. Rasa haru menyergap menjadikan lagit yang cerah menjadi abu-abu. Alloh, apa aku bisa sekuat itu? Apa bisa menjaga kesetiaan sekokoh itu? Aku ingin bisa Alloh. Setidaknya, aku ingin melalui banyak hari dengannya dalam suka dan duka. Tanpa mengeluh!

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.
————————————————————————————————
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin.


up