Release Acara Diskusi Bulanan PRO

“Kreatifitas bagi seorang Public Relations sangatlah penting, karena dengan kreatifitas seorang Public Relations (PR) mampu menciptakan bentuk komunikasi yang berbeda sehingga dapat membentuk citra positif bagi instansi yang menaunginya”. Demikian disampaikan Beni Wijaya, pembimbing divisi Human Resources Development (HRD) dalam acara diskusi bulanan Public Relations Oriented (PRO), selasa (17/01).

Acara yang diselenggarakan di Laboratorium Public Relations ini, diikuti oleh seluruh anggota PRO. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk mempererat hubungan internal antar anggota PRO dan memperkenalkan PRO kepada mahasiswa umum khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini mendapat respon positif dari mahasiswa yang ikut aktif dalam diskusi rutin tersebut.

Dalam diskusi tersebut, Wahyu Budi Utami, pemateri dari divisi HRD memaparkan bahwa pentingnya seorang Public Relations menjaga penampilan sebagai landasan dalam memunculkan citra positif perusahaan maupun instansi yang menaunginnya. “Dengan menjaga penampilan dan mengenakan pakaian yang rapi (eye catching), seorang PR sudah bisa mewakili kualitas dari perusahaan tempat dia bekerja,” ujar wahyu. Eva Fajar Wati salah satu peserta dari divisi financial juga memaparkan bahwa dalam berpenampilan seorang PR harus bisa melihat kondisi tempat dia bekerja. “Sesuaikan diri dimana kita harus mengenakan pakaian yang rapi (eye catching) saat bekerja dan dimana kita harus berpakaian santai,” tutup eva.

Alhamdulillah..^^

Alhamdulillah..
Rasa syukur mengalir dalam seluruh ruang kehidupanku dan mengalir bersama aliran darahku,, I don't believe it!!

awalnya, aku hanya iseng-iseng aja untuk ikutan program beasiswa Data Print, berhubung aku suka menulis, dan bagiku dengan menulis aku dapat berkarya dan dikenang banyak orang aku langsung tertarik dengan program CSR data print yaitu beasiswa pendidikan dan kado pendidikan dengan membuat karya tulis sesuai tema yang ditentukan pihak Data Print yaitu "pemanfaatan teknologi sebagai media untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa indonesia". Akhirnya aku buat essay tentang " nanggap wayang di facebook dan tweeter ". Aku nggak pernah terfikir untuk lolos seleksi ini, ya aku tau lah yang daftar pasti ribuan. Dan memang banar, namun mungkin kali ini aku lebih beruntung. Dari ribuan orang itu aku termasuk salah satu yang berhak menerima beasiswa periode II senilai Rp. 1.000.000,00. LUAR BIASA!!!

Hari ini aku semakin yakin, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semua mungkin terjadi jika kita mau untuk bersaing lebih maju setingkat dengan orang-orang yang berada di Universitas lebih ternama dan bergengsi dari pada universitas kita. Hari ini aku bisa membuktikan kepada semua orang bahwa kampusku bisa bersaing dengan kampus setingkat UI, UGM, ITT, ITB, UNISRI, UNBRA dan universitas ternama lainnya. Aku merupakan salah satu yang terbaik diantara mereka.

Drara Novia Dwi Astrini. Aku akan mulai membranding namaku mulai dari sini. Dari kota pendidikan ini, dari kampus putih ini. Akan ku ukir namaku dalam benak orang-orang disekitarku. Dan menunjukkan bahwa aku bisa berkarya!!aku bisa menjadi yang terbaik!!dan aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang pertama!!!

Ini semua demi seseorang yang menjadi motivator terbesar dalam hidup dan masa depanku. Demi MAMAH, akan kupersembahkan yang terbaik untuk kebahagiaannya kelak..:)
Bismillah...^^



Creator: Drara Novia (Pemenang Beasiswa Data Print Priode II Senilai Rp. 1.000.000,00)

RELEASE SEMINAR MOTIVASI

“Ridho Alloh adalah Ridho orang tua kita, keberkahan dan keberhasilan yang saya dapat saat ini adalah Ridho dari mereka semua”. Demikian dipaparkan oleh Nadia Wata Utami, S. Ikom, dalam acara Seminar Motivasi, jum’at (30/12). Acara yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan ini, diselenggarakan di Ruang Interaktif Center, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Acara ini bertujuan untuk mendorong semangat mahasiswa dalam meraih prestasi akademis dan non-akademis.

Nadia menuturkan, dorongan dari orang tua merupakan motivasi terbesarnya dalam meraih prestasi. “Semua yang saya lakukan, dan semua prestasi ini adalah persembahan saya untuk kedua orang tua saya,” ucapnya. Wanita yang menjadi lulusan terbaik se-UIN priode I ini mengatakan perlunya sebuah mimpi dengan keyakinan penuh dalam menjalani hidup. Awalnya menjadi salah satu lulusan yang terbaik hanyalah sebuah mimpi yang selalu ia tuliskan dan sampaikan kepada orang lain. Namun, berkat usaha dan keyakinannya mimpi tersebut dapat ia wujudkan dengan hasil yang maksimal. “ Jika kita berusaha dan yakin akan mimpi kita, percayalah Alloh selalu menunjukkan jalan terbaiknya,” ungkap Nadia.

Dalam acara tersebut hadir H. Andi Darmawan, M.Ag, Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Andi sangat mengapresiasi mahasiswa yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam Seminar Motivasi tersebut. “ Ibarat ‘gayung bersambut’ acara ini cukup diminati mahasiswa,” ujar Andi. Menurut Andi ada banyak cara untuk menjadi mahasiswa berprestasi selain harus terus berkutat pada teori yang diberikan dosen di bangku perkuliahan. Mahasiswa dapat mensinergikan kegiatan perkuliahan dengan pendidikan softskils atau kesibukan lain yang dapat menunjang kreativitasnya. “ketika orang itu sibuk, maka semakin jelas ia membagi waktunya namun ketika seseorang tidak memiliki kesibukkan, dan hanya memikirkan waktunya yang terbuang, hidupnya pasti akan sia-sia,” Papar Andi. “ Kita dapat mengambil contoh Nadia, dia kuliah di dua Universitas sekaligus, menjadi penyiar radio, dan aktif diberbagai organisasi. Namun dia tetap bisa berprestasi. Oleh karena itu teruslah berkarya selagi bisa, dan harumkanlah nama Universitas yang memayungi kita,” Tambahnya.

Penulis : Drara Novia D.A (Ketua PRO)

RELEASE SIMULASI ENTREPRENEURSHIP

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Simulasi Entrepreneurship di halaman Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini (28-30/12), diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2009. Acara ini dilaksanakan guna menerapkan teori mata kuliah yang telah diberikan selama satu semester.

Elok Failasufah, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam Simulasi Entrepreneurship ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting untuk melatih mental mahasiswa dalam berwirausaha. Dengan kegiatan tersebut, mahsiswa dapat berlatih secara langsung praktek wirausaha dengan modal yang sangat minim. Menurut Elok, dengan kegiatan tersebut ia dapat berlatih menerapkan salles promotion (promosi penjualan) yang baik untuk memikat konsumen membeli dagangan yang ia jajakan. “ Dengan menggunakan strategi promosi yang baik, hasil yang dicapai sangatlah memuaskan”. Tuturnya.

Menurut Drs. Siantari Rihartono, M. Si, pengampu mata kuliah Entrepreneurship, alasan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori dan melatih mental mahasiswa dalam berkreasi dengan modal yang kecil. Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memancing inspirasi mahasiswa dalam melaksanakan praktek bisnis yang sesungguhnya. “mahasiswa bisa melaksanakan praktek bisnis dan membuat rencana bisnis mulai dari pra-pelaksanaan, pelaksanaan, krisis, serta evaluasi dan solusinya,” ujar Siantari.

Siantari menambahkan, kegiatan Simulasi Entrepreneurship ini sangat mendukung proses belajar mahasiswa secara real dilapangan. Ia berharap mahasiswa dapat terus melanjutkan bisnis yang mereka lakukan saat ini sehingga nantinya dapat menjadi jembatan dalam meraih kesuksesan. “ Seandainya pun mahasiswa tidak tertarik menjadi wirausaha, saya sangat berharap kedepannya mereka memiliki jiwa wirausaha,” Tutupnya.

Penulis : Drara Novia D.A (Ketua PRO)

Berita Acara Seminar Nasional (22-12-2011)

SEMINAR NASIONAL REFLEKSI 22 DESEMBER : HARI IBU DAN HARI KEBANGKITAN GERAKAN PEREMPUAN “MENGGAGAS GERAKAN PEREMPUAN MASA DEPAN”

Pembicara : Masruchah (wakil ketua KOMNAS perempuan, Dr. Hj. Ema Marhumah. M. Pd. (PSW UIN SUKA), Hikamah Diniah (Aktifis Perempuan Yogyakarta).
Moderator : Siti Habibah Jazila (LkiS Perempuan Yogyakarta)

Berita Acara :

“Dalam Undang-Undang Dasar 1945 perempuan memiliki kuota 30% untuk terjun di dunia politik. Namun kenyataannya perempuan seringkali dinomor duakan. Banyak hal yang melatar belakangi statement tersebut, salah satunya adalah banyaknya masyarakat yang masih menganggap wanita hanya mampu menyelesaikan urusan rumah tangga. Seharusnya perempuan juga mendapat hak untuk mendapat pendidikan politik seperti kaum lelaki,” demikian dipaparkan oleh Masruchah, Wakil Ketua Komnas Perempuan dalam Seminar Nasional bertajuk “ MENGGAGAS GERAKAN PEREMPUAN MASA DEPAN ”, kamis (22/12).

Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Syari’ah dan Hukum ini digelar dalam rangka Refleksi 22 Desember : Hari Ibu dan Hari Kebangkitan Perempuan Masa Depan. Acara yang diselenggarakan di gedung Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ini menghadirkan para praktisi perempuan diantaranya Masruchah (Wakil Ketua Komnas Perempuan), Dr. Hj. Ema Marhumah ( PSW UIN SUKA) dan Hikamah Diniah (Aktifis Perempuan Yogyakarta).

Berbicara mengenai kuota 30% perempuan dalam dunia politik, Hikamah Diniah, Aktifis Perempuan Yogyakarta, menuturkan bahwa isi UUD tersebut masih belum bisa dilaksanakan. Fakta yang terjadi di masyarakat, perempuan masih sering mengalami diskriminasi dalam bidang politik, misalanya banyak perempuan yang masuk ke dunia politik karena mereka memiliki kerabat dekat di dalamnya. “ Perempuan yang tidak memiliki kerabat dekat dalam dunia politik sangat susah untuk menduduki jabatan sekalipun mereka mempunyai kapasitas yang baik,” ujar Hikamah.

Saat ini, banyak perempuan hanya ditempatkan di bagian belakang. Sedangkan dibagian strategis perempuan seringkali tidak dianggap dan cenderung dinomorduakan. Menurut Dr. Hj. Ema Marhumah, PSW UIN SUKA, banyak masyarakat yang masih memiliki maindset bahwa perempuan belum punya kapasitas yang berkualitas. Namun faktanya, dalam dunia politik banyak perempuan yang memiliki kapasitas yang baik dan tidak semua lelaki memiliki kapasitas yang baik. “ kapasitas bisa dimiliki oleh perempuan maupun lelaki. Hanya saja, dalam masyarakat perempuan dianggap memiliki kapasitas yang baik jika ia melebihi standar tertentu, seperti ia belum memiliki suami atau tidak memiliki anak”. Ujar Ema.

Menurut Fadilah, panitia acara Seminar Nasional, tujuan diselenggarakannya acara ini adalah sebagai wadah untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa dan mempersatukan persepsi akan kedudukan perempuan disegala aspek kehidupan terutama dalam dunia politik. “ Kami harap kedepannya mahasiswa sebagai agen of change memiliki spirit yang kuat dari para pejuang perempuan yang bergerak di bidang pendidikan maupun politik,” pungkasnya.


Penulis : Drara Novia D.A (Ketua PRO)

"True Story"

18 Desember 2011,,

Ada sebuah kisah disini, ketika usia kita tak lagi muda, aku merasakan kepedihan untuk pertama kalinya. Mungkin memang kau bukan yang pertama untukku, namun kau adalah cinta pertamaku. Dua tahun lalu, awal perjumpaan kita, aku masih terlalu ragu untuk memilih cinta yang satu persatu mulai hadir dalam kehidupanku, mereka memintaku untuk menjadi begian dari hidupnya dan menyempurnakan cinta yang mereka beri. Saat itu, aku selalu berfikir mengapa aku harus memilih, bahwa memilih itu menyakitkan.

Akhirnya aku berjumpa denganmu. Disuatu hari saat aku tengah jenuh dengan obrolan "Cinta" kau hadir dan bukan ingin menyuguhkanku sebuah 'cinta' namun 'persahabatan'. Dalam dirimu aku menemukan keluarga baru yang begitu memperhatikanku. Lambat laun persahabatan ini terjalin, kita bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain. Bahkan, setiap hari aku tak sabar untuk bisa bertemu denganmu agar kita bisa saling share tentang apapun yang terjadi dalam hidup kita. Tentang masa lalu, tentang mimpi, dan tentang harapan dimasa mendatang. Hingga akhirnya, aku belajar menyukaimu. menyukai cerita-ceritamu, menyukai mimpi-mimpimu, dan menyukai apa yang ada pada dirimu. Tak sadar aku mulai merasakan rindu kala waktu tak mengizinkan kita untuk bertemu. Meski aku tau rasa suka ini bukan perasaan cinta melainkan kebahagiaan yang aku rasakan karna memiliki keluarga baru dikehidupanku, aku benar-benar menikmati masa-masa itu.

Pada akhirnya kau mulai menginginan cintaku bersamamu. Saat itu, aku berani bilang 'tidak' atas ketidak siapanku menjalin sebuah hubungan yang lebih dari persahabatan. Hingga ketika aku merasakan kehampaan yang mendalam dalam hatiku, kau meminta cintaku lagi. Dan aku menerimamu. Awalnya aku begitu ragu untuk melangkah bersamamu. Aku tak memiliki cinta yang utuh kepadamu. Namun seperti air yang menumbuhkan tanaman, kau menghidupkan cintaku untukmu. Butuh waktu lama untukku mampu berkata "aku mencintaimu", bahkan terlalu lama, namun kau tak pernah menyerah untuk meyakinkanku atas cinta yang kau beri.

Setapak demi setapak aku bulatkan tekat ini untuk mencintaimu. meski aku tak mampu menyiratakan perasaanku lewat ucapan "aku mencintaimu" namun aku selalu berharap bahwa perasaanku teramat tulus kepadamu. Karena cinta yang kau beri, aku belajar memberi dan menerima, belajar berbagi dan menepis egoku yang terkadang selalu kukuh mempertahankan keinginanku. Cintamu mengajarkanku banyak hal tentang hidup. Kau mampu membuatku jatuh cinta.

Kebahagian demi kebahagiaan aku rasakan bersamamu. Meski tak jarang aku menangis dan kesal atas kelakuanmu. Namun inilah cinta. Cinta yang akan menjadi sebuah cerita dimasa depanku. Menjadi jalan untukku belajar dewasa, memahami dan berbagi. Cintamu semakin menghangatkan hidupku.

Setelah hubungan ini berjalan cukup lama, kau mulai sering merajuk atas kesibukanku. ya, aku memang seorang aktivis kampus, terlalu banyak kegiatan yang aku ikuti hingga terkadang aku sering melupakan kebersamaan kita. jangankan bertemu setiap hari, untuk bertemu 1 minggu sekalipun susah. Terkadang, kau harus memarahiku dulu sehingga aku menyempatkan diri bertemu denganmu. meski hanya sekejap. Kau bilang, kebersamaan denganku tak sebanding dengan apa yang telah kau berikan. Karena kebersamaan kini terasa semakin mahal. Bahkan kau tak mampu membelinya. Aku selalu tersenyum mengingat ucapamu itu.

Hingga Akhirnya, atas keegoisanku, aku memimlih untuk berhenti menjalani cinta ini. Meski aku teramat mencintaimu, sangat menyayangimu. Aku merasa terlalu bersalah karena selalu membuatmu merajuk atas kesibukanku. Aku sadar, aku tak mampu membuatmu bahagia sekalipun aku begitu mencintaimu. Cintaku tak mampu menyempurnakan cintamu. Aku yang bersalah atas cinta ini, dan kau yang selalu mengalah dengan cinta yang kau beri. Aku tak kuasa selalu menyakitimu setiap kali kau butuh dan aku tak ada. Aku tak sanggup melihatmu yang selalu mengalah setiap kali aku mempertahankan egoku. Mengapa kau tak pernah mengerti bahwa aku ingin dilawan? Aku ingin melihat sosok kepemimpinanmu atas ragaku? Aku tak ingin selalu menang dan seakan-akan menindasmu..

Semua telah berakhir. menyisakan kepingan-kepingan kisah cinta dalam kefanaanku. Aku hanya mampu mengemas kisah ini dalam memori kehidupanku. Jika nanti kita dipertemukan dimasa depan, aku ingin kita bertemu saat aku telah mampu berfikir dewasa, dimana aku tak lagi mempertahankan keegoisanku atas kesibukanku, dan saat aku tak lagi sungkan untuk berkata "AKU MENCINTAIMU".


Creat by : Drara Novia

>>Release Training Motivasi dan Kepribadian

“Dalam menjalani kehidupan butuh sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Proses tersebut terdiri dari empat pilar yakni kenali, pahami, dekati dan lakukan. Sedangkan kesuksesan sendiri bukanlah sesuatu yang hanya diukur lewat materi namun kesuksesan berarti bisa menikmati apa yang dilakukan”. Demikian disampaikan Drs. Siantari Rihartono, M.Si dalam acara Training Motivasi dan Kepribadian, kamis (15/12). Acara ini diadakan oleh Divisi Human Resources Devalopment (HRD), Public Relations Oriented (PRO). Acara yang dihadiri oleh 25 mahasiswa dari PRO ini, diselenggarakan di Ruang Interaktif, FISHUM, Universitas Islam Negeri Sunan kalijaga. Acara ini mendapat respon positif dari seluruh peserta.

Menurut Wahyu, koordinator HRD, kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan guna membentuk suatu kepribadian yang profesional bagi seluruh mahasiswa yang tertarik mengambil konsentrasi PR. ”Mempelajari tentang kepribadian sangatlah penting mengingat kerja seorang PR nantinya sangat bersinggungan erat dengan hal tersebut,” ujarnya. “Untuk membentuk kepribadian yang unggul dan profesional harus dimulai dari sekarang, mulai dari penampilan, gaya bicara dan tingkah laku” imbuh Wahyu. Ditanya mengenai respon peserta Training, Wahyu sangat mengapresiasi antusiasme peserta serta dukungan semua pihak atas keberhasilan acara. “ Semoga semangat seperti ini akan terus terpancar dalam acara-acara selanjutnya,” tukasnya.

Dalam Training yang berlangsung selama dua jam ini, Siantari memaparkan bahwa kemampuan yang tidak sama akan menyebabkan manusia itu berbeda. Sebagai orang yang mengetahui communication terutama Public Relations (PR) harus dapat mengelola setiap perbedaan yang ada agar komunikasi dapat berjalan dengan harmonis. Siantari juga menambahkan bahwa dalam memahami prilaku individu harus terlebih dahulu tahu mengenai ‘who am I’ karena dengan memahami hal tersebut akan semakin memudahkan seseorang dalam memahami karakter dan kepribadian orang lain. “Seorang PR Profesional sangat perlu untuk memahami karakter seseorang, agar tercipta komunikasi yang tidak hanya efektif namun dapat mencapai Human Relations,”tandasnya.


Drara Novia D.A (Ketua PRO)

up